Satelit radar Sentinel-1 memotret laut Indonesia setiap ±6–12 hari, menembus awan maupun gelap malam. Minyak meredam riak kecil di permukaan laut, sehingga tampak lebih gelap di citra radar. Alat ini menandai bercak gelap yang mirip minyak, lalu mengurutkan mana yang sebaiknya dicek lebih dulu. Tidak ada bercak yang disembunyikan.
Buka peta lintasan · Baca yang belum pasti · Unduh laporan riset (PDF)
Pilih satu lintasan di kiri. Klik bercak di peta atau baris di tabel untuk melihat penjelasannya.
| No | Prioritas | Luas (km²) | Jarak ke pantai (km) | Lebih gelap dari sekitar (dB) | Skor (0–1) |
|---|
Semua langkah otomatis dan memakai data satelit yang terbuka untuk umum.
Bagian ini sengaja ditulis terbuka agar pembaca tahu batas kepercayaan setiap hasil sebelum memakainya.
Semua angka berasal dari data satelit dan label peneliti lain. Belum ada satu pun bercak di Indonesia yang dicocokkan dengan pengamatan langsung di lokasi pada waktu yang sama.
Perlu: data patroli/insiden internalHanya 24 bercak di perairan Indonesia yang berlabel minyak. Angka ketepatan di atas sebagian besar diukur di luar Indonesia, dengan kondisi laut yang berbeda.
Perlu: penilaian praktisi atas 40 bercak contohPada uji independen, bercak prioritas tinggi baru mencakup 76% luas minyak sungguhan (target 90%). Karena itu skor hanya dipakai untuk mengurutkan, tidak untuk membuang bercak.
Perlu: lebih banyak contoh lokal untuk melatih ulang97% bercak di perairan Indonesia berjarak kurang dari 10 km dari pantai. Di data latih, hanya 10% yang sedekat itu. Perilaku alat di pesisir, termasuk area tambak yang kadang ikut tertandai, belum teruji dengan baik.
Perlu: tinjauan ahli penginderaan jauhAturan "laut tenang" (lebih dari 15% laut tampak gelap) juga menandai ±16% citra yang sebenarnya berisi tumpahan. Lintasan seperti ini tetap perlu dilihat manusia.
Perlu: data angin lokal yang lebih rapatUji model sebaran di dua lokasi belum lebih baik dari tebakan sederhana. Data arus yang memasukkan pasang surut baru tersedia sejak akhir 2020, dan sejak itu belum ada kejadian yang bisa dipakai untuk menguji (lihat Prakiraan sebaran).
Perlu: kejadian baru dengan dua lintasan satelit berdekatanRiset ini menguji model sebaran minyak OpenDrift/OpenOil, yang menggerakkan ribuan "partikel minyak" mengikuti arus laut dan angin. Partikel dilepas dari bercak di satu citra, lalu posisinya dibandingkan dengan bercak yang terlihat di lintasan satelit berikutnya. Data arus yang dipakai berasal dari model HYCOM (harian, ±9 km, tanpa pasang surut), dan data angin dari ERA5 (per jam).
Ade Rizky Darmawan
Peneliti · Ketua tim CAYMAN
Mahasiswa S1 Sains Data UPN "Veteran" Jawa Timur. Riset ini melanjutkan CAYMAN, proyek kelompok deteksi tumpahan minyak dari citra radar, ke citra satelit utuh di perairan Indonesia. Masukan, koreksi, dan data lapangan sangat diharapkan.
Kode, laporan riset, contoh laporan lapangan, dan lembar penilaian tersedia terbuka di GitHub.